Minggu, 04 Januari 2015

Tujuan hidup orang islam

TUJUAN HIDUP MENURUT ISLAM

            Al-Quran sebenarnya telah memberikan penjelasan tentang tujuan hidup dan sasaran yang harus dicapai dalam hidup ini. Dengan tegas Al-Quran telah memberikan tanggapan kepada kehidupan manusia yang hanya mementingkan soal makan dan minum (kenikmatan duniawi), seperti dalam firman Allah :
            “Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang, dan nerakalah tempat tinggal mereka.”
            Dan dengan demikian juga Al-Quran memberi penjelasan bagi umat manusia yang sibuk mencintai kebendaan yang fana (sementara).
            “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, sawah, ladang. Itulah kesenangan di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”

            Al-Quran juga menjelaskan perilaku umat manusia yang suka menyebarkan fitnah dan memaparkan kejelekan serta membuat kerusakan di atas muka bumi. Firman Allah :
            “Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu,  dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”
            Itulah tujuan yang lumrah dikejar oleh umat manusia alam kehidupan di dunia. Semoga Allah membebaskan kaum yang beriman dari perbuatan tersebut di atas. Semoga Allah menganugerahkan tugas yang lebih mulia dari seluruh perbuatan itu, yakni tugas memberi petunjuk kepada umat manusia, membimbing pada kebaikan dan kemakmuran dunia dengan risalah Islam seperti seruan Allah di dalam kitab-Nya :
            “Wahai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu kepada jalan Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam Agama suatu kesempitan, (ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam Al-Quran ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kuat pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dia lah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”
            Berdasarkan ayat di atas, Allah telah memberikan ruang yang luas kepada umat islam agar membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Begitu juga Al-Quran  memberi hak menguasai bumi dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT.

2.2  TUJUAN HIDUP MUSLIM

            Kadangkala ada yang mengatakan tujuan hidup adalah untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka. Tetapi itu semua dibantah oleh orang-orang sufi seperti Rabi’ah Al-Adawiyah dengan konsep Al-Mahabbahnya yang mengatakan :
“Aku mengabdi kepada Allah bukan karena takut kepada neraka......, dan bukan pula karena ingin masuk surga .... , Tetapi aku mengabdi karena cintaku kepada-Nya.” (Faham ini mengutamakan ibadah-ibadah yang banyak pahala).
“Tuhanku, jika ku puja Engkau karena mengharapkan jannah, jauhkan aku daripadanya. Tetapi jika ku puja karena Engkau, maka janganlah sembunyikan kecantikanmu yang kekal dariku.” (mereka terlalu cinta kepada tuhan).
Bila kita perhatikan dari dua pendapat di atas bahwa pendapat pertama biasanya kurang menggunakan akal mereka dalam memikirkan soal-soal agama, karena lebih mempercayai kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan dalam perbuatan-Nya, yaitu mengutamakan ibadat-ibadat yang banyak pahalanya seperti shalat di Masjid Al-Haram di Makkah, di Masjid Nabi di Madinah, puasa enam hari bulan syawal dan lain sebagainya, tetapi kurang mementingkan ahlak al-karimah, amal shaleh lain untuk sekedar bisa masuk surga, sebagai tujuan hidup mereka.
Sedangkan pendapat yang kedua,mengutamakan ahlak al-karimah, amal shaeh dan lain sebagainya, tetapi kurang memperhatikan nasib mereka di dunia ini. Mereka terlalu cinta kepada Tuhan sepert Rabi’ah Al-Adawiyah, baginya tidak ada lagi ruang kosong dalam hatinya untuk membenci, termasuk membenci kepada syaitan.
Pada dasarnya, tujuan hidup muslim terbagi menjadi dua, yaitu tujuan hidup vertikal dan tujuan hidup horizontal.

2.2.1        Tujuan Hidup Vertikal

Tujuan hidup muslim dalam hubungan vertikal, dalam berhubungan dengan Allah adalah “Radiatan Mardiyah”. Artinya setiap perilaku orang muslim itu baik dalam bentuk niat, kata hati, perkataan, perbuatan, dan gerak-geriknya menunjukkan rasa ridha, cinta dan puas (radiatan) kepada Allah, dan Allah pun senang dan cinta kepada perilaku hamba-Nya itu. Bukan sebaliknya yaitu perilaku muslim itu menunjukkan rasa ragu, ingkar kepada Allah, dan akibatnya Allah pun akan benci, tidak merestui, dan mengutuk perilaku hamba-Nya itu.
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di ridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Faj: 27-30)

2.2.2        Tujuan Hidup Horizontal

Tujuan hidup muslim dalam hubungan horizontal adalah “rahmatan lil ‘alamin”. Allah berfirman :
“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk  (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Rasulullah dan termasuk umatnya adalah sebagai rahmatan lil ‘alamin, yaitu untuk mendatangkan rahmat (kebaikan, manfaat, faedah, dan keuntungan) bagi alam semesta/mahluk. Bukan sebaliknya, yaitu perilaku kaum muslimin itu mendatangkan mudharat (keburukan, kerusakan, kejahatan, terror, kerugian, dan sebagainya) kepada para mahluk.

2.3     CARA MENCAPAI TUJUAN HIDUP MUSLIM

Adakalanya pula orang mengatakan bahwa tujuan muslim hidup di dunia adalah beribadah. Beribadah sebenarnya bukanlah merupakan suatu tujuan hidup, tetapi ia adalah jalan, cara atau upacara, dan tugas hidup yang harus dikerjakan dan direalisasikan seorang muslim selama ia masih bisa bernafas agar dia dapat mencapai tujuan hidupnya. Seperti seorang muslim mengerjakan shalat. Shalat adalah ibadah, ibadah shalat bukan tujuan hidup muslim, tetapi cara atau jalan untuk mencegah diri dari perbuatan fahsya dan munkar. (QS. AL-Ankabut: 45).
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memumikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS.  Al-Bayyinah: 5)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rizki yang mempunyai Kekuatan Lagi Sangat Kokoh”. (QS. Adz-dzariyat: 56-58).

Perintah Allah kepada para mahluk-Nya adalah untuk beribdah kepada-Nya. Suatu perintah adalah tugas, bukan tujuan, tetapi setiap tugas tentu ada tujuannya. Perintah atau tugas mengabdi kepada Allah itu bukan untuk kepentingan Allah dan bukan pula supaya Allah mendapatkan keuntungan atau manfaat daripadanya, tetapi beribadah itu semata-mata untuk kepentingan dan manfaat bagi manusia. Salah satu manfaat yang terpenting dari beribadah adalah untuk mendapatkan ridha Allah, yang hubungannya akan harmonis dengan-Nya dan sebagai hasilnya ia mendatangkan rahmat bagi segenap alam.